SETELAH Imlek atau Tahun Baru China beberapa waktu lalu, perayaan etnis Tionghoa tak hanya berhenti di situ saja. Ada perayaan Cap Gomeh, yang dilaksanakan 15 hari setelah Imlek.

Perayaan Cap Go Meh paling meriah di Indonesia bisa Anda saksikan di kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kota ini telah bersolek dengan manis seperti pula warganya yang antusias bergegas tenggelam dalam riuh keramaian ketika tetabuh pesta budaya bergema dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Bagi warga Singkawang, perayaan Cap Go Meh tidak ada bedanya dengan hari raya besar lain di negeri ini seperti Lebaran atau Natal.

Cap Go Meh secara harafiah berarti hari kelima belas bulan pertama (cap = sepuluh, go = lima, meh = malam). Masa perayaan Tahun Baru Imlek sendiri berlangsung selama lima belas hari berturut-turut dan hari puncak ke-15 itu yang disebut dengan Cap Go Meh.

Salah satu ritual penting sekaligus paling memikat dari Cap Go Meh di Singkawang adalah hadirnya ritual tatung. Tatung merupakan media ritual perayaan Cap Go Meh untuk menolak roh-roh jahat dan mengusir kemalangan sepanjang sisa tahun. Selama ritual tatung, peserta dirasuki oleh Dewa-Dewa sehingga mengalami ketidaksadaran bahkan mampu melakukan tindakan di luar kewajaran orang biasa. Para tatung tersebut berasal dari berbagai sinmiau (kelenteng) yang tersebar di seluruh pelosok Kota Singkawang, Sambas, Pemangkat, dan sekitarnya.

Peserta tatung bukan hanya laki-laki tetapi juga wanita, bahkan anak-anak. Atraksi kekebalan pun berlangsung seperti menginjak pedang, menusukkan kawat baja atau paku menembus ke pipi telah menjadikannya tontonan menarik karena ajaibnya si pelaku tidak terluka sama sekali. Mereka melakukan parade dari Stadion Kridasana menuju Jalan GS Lalang, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Sejahtera ke arah Kuil Tri Dharma Bumi Raya kemudian menuju Jalan Budi Utomo, Jalan Setia Budi, dan berakhir di Jalan Niaga, demikian seperti dikutip dari Indonesia.Travel.

Sekira 780 tatung berparade meramaikan Cap Go Meh di Singkawang tahun ini. Satu rombongan tatung diiringi hingga 30 orang yang bertugas memainkan alat musik, menandu tatung, membacakan doa ritual, hingga pembawa bendera rombongan. Peserta mengenakan kostum khas masing-masing dengan kelengkapannya terutama para dewa dewa. Selain itu, sebagai bukti harmonisasi suku di Singkawang, turut pula menghadirkan tatung yang diikuti warga suku Dayak di Singkawang.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang disebut-sebut sebagai event terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, baru-baru ini, Cap Go Meh di Kota Singkawang juga dianugerahi Wonderful Of The World 2013 dari Marketeers Markplus dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif karena dinilai sebagai pagelaran unik dan telah mendunia. Orang-orang Tionghoa dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan dari negara lain di Asia Tenggara datang ke Singkawang untuk melihat Cap Go Meh.